Tampilkan postingan dengan label Aliran Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aliran Musik. Tampilkan semua postingan

Sejarah Musik Blues

1 komentar
Musik Blues
Aliran musik vokal daninstrumental ini berasal dari Amerika Serikat tepatnya lahir dari etnis Afrika-Amerika di semenanjung Delta Mississippi dan mulai berkembang pesat pada akhir abad 19 M sekitar tahun 1895. Blues muncul dari musik-musik spiritual dan pujian yang biasa dilantunkan komunitas kulit hitam asal Afrika di Amerika yang bekerja sebagai buruh tani, di mana saat mereka bekerja atau istirahat sore hari mereka selalu melantunkan pujian kepada Allah dan juga lagu-lagu sedih (blues) yang khas melodi ras Afrika, dan tentu saja dengan lirik-lirik budak yang tertindas saat itu.


Musik blues telah terbukti berakar dari tradisi kaum Muslim di Afrika Barat, hal ini telah di buktikan oleh Sylviane Diouf seorang penulis dan ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black Culture di New York. Untuk membuktikan keterkaitan antara musik Blues Amerika dengan tradisi kaum Muslim, Diouf memutar dua buah rekaman di hadapan publik yang hadir di sebuah ruangan Universitas Harvard, yaitu : Rekaman yang berisi lantunan adzan/ panggilan bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat. Rekaman yang berisi lagu Blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi sekitar 100 tahun lalu yang dikenal dengan nama Levee Camp Holler.


Musik Blues
Levee Camp Holler bukanlah lagu blues yang terbilang biasa. Lagu itu diciptakan oleh Muslim kulit hitam asal Afrika Barat yang bekerja di Amerika pasca perang sipil. Lirik lagu Levee Camp Holler yang diperdengarkan Diouf itu terdengar seperti panggilan adzan dan berisi tentang keagungan Allah. Seperti halnya lantunan adzan, lagu itu menekankan kata-kata yang terdengar bergetar. Menurut Diouf, langgam yang sengau antara lagu Blues Levee Camp Holler yang mirip adzan juga merupakan bukti adanya hubungan antara keduanya.

Jonathan Curiel dalam tulisannya bertajuk Muslim Roots, US Blues, mengungkapkan bahwa publik Amerika perlu berterima kasih kepada umat Islam dari Afrika barat yang tinggal di Amerika sekitar tahun 1600 hingga pertengahan 1800 M, banyak penduduk kulit hitam dari Afrika barat yang dibawa paksa ke Amerika dan dijadikan budak.

Musik Blues
Menurut para sejarawan sekitar 30% budak dari Afrika barat yang dipekerjakan secara paksa di Amerika adalah Muslim. Meski oleh tuannya dipaksa untuk menganut Kristen namun banyak dari mereka tetap menjalankan agama Islam serta kebudayaan asalnya, mereka melantunkan ayat-ayat Alquran setiap hari.

Sejarah juga mencatat bahwa para pelaut Muslim dari Afrika barat adalah yang pertama kali menemukan benua Amerika sebelum Columbus. Jadi secara historis kaum Muslim telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Columbus menemukannya (Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation).

Pengaruh lainnya yang diberikan komunitas kulit hitam yang beragama Muslim di Amerika terhadap musik blues adalah alat-alat musik yang bisa mereka minkan. Pada awalnya lagu blues hanya dinyanyikan tanpa iringan instrument, kemudian baru mereka mempergunakan alat petik gitar sebagai iringan. Pada era perbudakan di Amerika, orang kulit putih melarang mereka menabuh drum karena khawatir akan menumbuhkan perlawanan para budak. Namun penggunaan alat musik gesek yang biasa dimainkan umat Islam dari Afrika diizinkan untuk dimainkan karena mirip biola. Guru besar Ethnomusikologi dari Universitas Mainz Jerman bernama Prof Gehard Kubik mengatakan alat musik banjo Amerika juga berasal dari Afrika.

Secara khusus Prof Kubik menulis buku tentang relasi musik blues dengan peradaban Islam di Afrika barat berjudul "Africa and the Blues" yang diterbitkan University Press of Mississippi pada 1999. Secara akademis Prof Kubik telah membuktikan gaya vokal kebanyakan penyanyi blues menggunakan melisma, intonasi bergelombang. Gaya vokal seperti itu merupakan peninggalan masyarakat di Afrika barat yang telah melakukan kontak dengan dunia Islam sejak abad ke 7 dan ke 8 M. Melisma menggunakan banyak nada dalam satu suku kata.

Musik Blues
Sedangkan intonasi bergelombang merupakan rentetan dari mayor ke skala minor dan kembali lagi, hal ini sangat umum digunakan saat kaum Muslim melantunkan adzan dan membaca Alquran. Lantunan adzan dan ayat-ayat Alquran dari para Muslim kulit hitam di Amerika mengandung musikalitas. Dalam sebuah jamaah di New Jersey, ketika berkumpul dan sang imam datang ada ratusan orang melantunkan doa yang terdengar sangat musikal seperti yang orang Amerika menyebutnya "Blues". Begitulah tradisi Islam di Amerika telah melahirkan sebuah aliran musik bernama Blues.

Musik Blues
Saat ini musik blues mempengaruhi perkembangan musik jazz, country dan rock. Dan perkembangan blues sangat dipengaruhi lingkungan urban maupun desa Amerika, dimana ras Afrika mendominasi gaya musik blues. Para pemusik blues dan pencipta blues rata-rata orang kulit hitam Amerika. Musik yang menerapkan blue note dan pola call and response itu diyakini publik Amerika dipopulerkan oleh WC Handy (1873-1958) yang dianggap sebagai bapak blues. Lagu Aunt Hagar's Children dan Saint Louis Blues diterbitkan masing-masing pada tahun 1914-1921.
Read More→


Sejarah Musik Punk

0 komentar
Sejarah Musik Punk
Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Gaya hidup dan Ideologi

Sejarah Musik Punk

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek “jor-joran” yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

Punk dan Anarkisme
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

Sejarah Musik Punk

Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.

Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.

Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).

Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.
Read More→


Sejarah Musik Melayu Indonesia

3 komentar
Sejarah Musik Melayu Indonesia
Sejak kapan perhelatan perkawinan dimeriahkan hiburan? Paling sedikit di Batavia sejak menjelang akhir abad ke-18, begitulah laporan seorang pelancong Jawa bernama Sastrodarmo yang berkunjung ke Batavia pada zaman itu. Jenis hiburan pun dilaporkannya antara lain gambus dengan lagu-lagu Arab.

Gambus adalah musik yang dibawa peranakan Arab dari Hadramaut (Yaman). Perantau Arab ini menurut C.C. Berg memang ramai sekali berdatangan ke Hindia Belanda pada abad ke-18 dan menunjukkan eskalasi pada abad ke-19 .

Tentu saja sulit bagi kita untuk melacak grup gambus yang populer pada abad-abad tersebut. Catatan yang dapat dipertanggungjawabkan berasal dari era menjelang dan sesudah PD II. Berikut ini rangkuman percakapan KSK dengan seorang penyanyi lagu Melayu yang terkenal dengan lagunya Ya Mustafa yaitu Munif Bahaswan yang berlangsung di Jakarta.

Market gambus bukan hanya kalangan peranakan Arab, tetapi orang-orang non Arab pun banyak yang menyukai gambus. Mempertimbangkan selera market, menurut Munif, orkes gambus sering membawakan extra lagu Melayu, atau extra Melayu. Market di kalangan non Arab makin meluas, akhirnya pada tahun 1950 awak grup-grup gambus yang ada seperti Al Wardah, yang pada awalnya dipimpin Umar Hamada kemudian Muchtar Lutfi, mendirikan Orkes Melayu Moderen Sinar Medan di bawah pimpinan Umar Fauzi Aseran. Disebut orkes Melayu moderen karena menggunakan alat tiup (brass) seperti klarinet, saxophone, dan trompet. Kemudian hari disebut Orkes Melayu saja, yang sering disingkat OM.

Trend ini diikuti oleh awak gambus Al-Wathon pimpinan Hassan Alaydrus yang mendirikan OM Kenangan pimpinan Hussein Aidit. Sementara itu awak orkes gambus Surabaya Al Afan pimpinan A. Kadir, menurut Munif, mendirikan OM Sinar Kemala pimpinan A. Kadir juga. Menurut Munif, mantan Mendikbud Fuad Hassan pernah bermain biola untuk orkes gambus Al Afan. Dalam percakapan dengan penulis, Hassan Alaydrus juga memberikan kesaksian yang sama bahwa Fuad Hassan pernah bermain gambus. Namun kepada penulis Fuad Hassan mengatakan bahwa ia tak pernah bermain gambus melainkan ikut orchestra besar, mungkin semacam New York Philarmonic Orchestra.

Abdul Haris, M. Thahar, dan Hussein Bawafi adalah pengarang lagu Melayu generasi pertama. A. Haris terkenal dengan lagu Kudaku Lari. Lagu ini diilhami oleh back sound film Mesir Syaifi wal Qalbi yang dibintangi Abdul Wahab. Wahab adalah bintang film dan penyanyi Mesir yang amat digemari di Indonersia. Penyanyi Mesir perempuan yang nyaris menjadi mitologi "persatuan Arab"adalah Ummi Kalsum.

M. Thahar mengarang lagu Cinta Hampa. Lagu ini mencuat merobek cakrawala musik Melayu berkat suara yang gurih Hasnah Thahar, isteri M. Thahar. Bawafi muncul di zaman itu dengan lagunya Khayalan dan Penyair, tetapi lagunya yang mencuat adalah Seroja.


Sejarah Musik Melayu Indonesia
Lagu-lagu Melayu yang lahir di zaman ini meski pun mengalami up dating dibanding dengan lagu Melayu klasik yang ditulis oleh penggubah-penggubah N.N. (tak dikenal) seperti lagu Seringgit Dua Kupang yang kini didangdutkan menjadi Ayam Jago Jenggernya Merah, tetapi menurut Munif belum mencapai format lagu yang disebut songform. Struktur sebuah lagu yang disebut songform adalah terdiri atas 32 bar dengan bagian yang diulang (refrein) A1 + A2, klimaks (yang malah disebut refrein), dan kembali kepada A1 atau A2, atau malah muncul A3. A3 adalah syair yang bukan pengulangan dari bait-bait sebelum klimaks.

(Munif yang dikenal sebagai penyanyi yang serba bisa, ia pun mahir menyanyikan lagu jazz, dan untuk kurun waktu yang lama ia bersama Rudy Rusadi dan Dudung menjadi vocal-grup kelompok terkenal Los Morenos. Ketika tamat pendidikan dasar di Al-Irsyad, Batavia, Munif beroleh beasiswa dari Irak yang ketika itu dipimnpin oleh Raja Faisal).

Said Effendi nyaris meninju Iskandar

Penulis mengatakan kepada Munif bahwa ia adalah penyanyi Melayu legendaris, Munif mengelak seraya menyebut nama Effendi. Tentu tidak perlu digelar perdebatan, baiklah didengar argumentasi Munif.

Effendi adalah pelopor lagu Melayu dengan format songform, lagu ciptaannya itu dibawakan dengan suara soprano bercengkok. Dan tidak pula ia menempuh karirnya dengan jalan yang mudah. Kepada Munif, Effendi mengungkap riwayat hidupnya.

S. Effendi dilahirkan dengan nama Said Arrasyidi di Bondowoso sekitar tahun 1930. Pada sekitar tahun 1952 pemuda Said merantau ke Jakarta dan melamar di RRI Stodio Jakarta. Namun lelah menunggu lamaran tak kunjung berjawab. Maka Said mendapat pekerjaan, yang bersifat non seni, di Kalimantan. Pada suatu hari yang menerima surat dari familinya di Jakarta bahwa lamarannya bekerja di RRI diterima. Said meluncur ke Jakarta.

Ia kaget bukan kepalang ketika di latihan di studio RRI dengan iringan Orkes Studio Djakarta (OSD) pimpinan Josd Clebert ia disodorkan partitur. Said tidak mengenal not balok. Ia tahu not angka. Sal Salius, seorang penyanyi lagu seriosa, melihat bakat yang luar biasa yang dimiliki Said menjadi sukarelawan mengajarkan Said not balok. Dan Said dalam waktu cepat menguasainya. Ia mulai bernyanyi dan dikenal. Lalu ia melengkapi namanya menjadi Said Effendi. Nama family Arrasyidi tak dipakainya. Bahkan kemudian hari ia lebih suka memakai nama S. Effendi saja. Nama Effendi adalah sangat lazim digunakan dan amat disukai di kalangan masyarakat Mesir, apalagi setelah di bioskop Alhambra, Sawah Besar, diputar berbulan-bulan film Mesir Bul Bul Effendi.

Sejarah Musik Melayu Indonesia

Effendi mengarang lagu pertama berjudul Bachtera Laju. Dengan bersemangat ia memasuki kamar kerja komponis Iskandar, ayah penyanyi Diah Iskandar yang dijuluki Connie Francis Indonesia. Iskandar sedang bermain piano menerima naskah Effendi tanpa menoleh. Setelah menatap naskah itu beberapa menit kemudian naskah itu diremas dan dilemparkan ke keranjang sampah. Darah menggelegak di kepala Effendi. Ia meninggalkan ruangan Iskandar dan menuju kantin RRI dengan niat meninju Iskandar. Sesaat menunggu pikirannya berubah. Malah ia kembali ke ruang Iskandar yangh telah kosong dan memungut naskahnya yang lecek. Dibelainya naskah itu dan ia memasuki ruang komponis Ismail Marzuki.

"Waduh, ini lagu bagus benar, biar saya yang membuat arrangementnya, dan dua hari lagi kita latihan", kata Ismail Marzuki.

Dengan girang Effendi meninggalkan kamar Ismail Marzuki. Dan ia berpapasan dengan Iskandar yang wajahnya terlihat bingung.

"Ëffendi, mana naskah kamu tadi, aku cari-cari di keranjang sampah kok enggak ada"

"Memangnya kenapa?" Tanya Effendi.

"Lagu itu bagus, aku mau buat arrangementnya"

"Oh terlambat, Ismail yang mau membuat arrangementnya. Tapi, tadi 'kan kamu buang ke keranjang sampah naskah itu!"

"Aku 'kan cuma bercanda"

Bachtera Laju meroket sampai ke negara jiran. Setelah itu Effendi menulis puluhan lagu dengan standard songform. Lagunya bagus-bagus semua, apalagi ia yang menyanyikannya. Pada tahun 1980-an Effendi meninggal dunia. Namun namanya tetap dikenang. Dan anehnya, terutama di Malaysia. Seniman Malaysia acapkali mengadakan acara memperingati Effendi.

"Saya Indonesia"

Munif dan M. Mashabi adalah dua penyanyi tersohor yang nyaris muncul bersamaan di sekitar tahun 1955. Munif pandai mencipta lagu. Hingga saat ini ia telah mencipta sebanyak 75 lagu Melayu dan beberapa lagu Arab.

M. Mashabi, atau Mamat. Mashabi adalah nama famili, namanya sendiri Muhammad. Ia lahir dan dibesarkan di Kebon Kacang, Tanah-abang. Ciptaan Mashabi tidak banyak, mungkin tidak sampai 20 buah. Tetapi banyak ciptaannya yang ia nyanyikan sendiri yang tersohor misalnya Ratapan Anak Tiri yang sempat meledak dan menjadi tema film Ratapan Anak Tiri garapan Sandy Suwardi. (M. Mashabi meninggal bunuh diri di rumahnya di Tanah Abang, Jakarta).

Munif pandai berdendang Melayu, tetapi menyanyikan lagu Arab pun jago. Di samping Ya Mustafa yang mencapai hits, lagu Meester Machmud pun meledak. Lagu ciptaan Munif Ya Gazibni banyak disukai khalayak penggemar musik.

(Pada tahun 1965 Munif diundang untuk bernyanyi di Yaman. Ia menyanyikan lagu-lagu Melayu dan Arab dengan iringan gitar yang ia mainkan sendiri. Sambutan publik cukuplah. Dan Munif pun diwawancara Televisi Yaman. Ketika pewawancara menanyakan ia orang mana, dengan tegas Munif berkata bahwa ia orang Indonesia. Pewawancara menukas, bukankah anda menggunakan nama famili Bahaswan, mestinya anda orang Hadramaut, Yaman. Munif menandaskan lagi bahwa dirinya adalah orang Indonesia, masalah nama famili Bahaswan itu adalah soal biologi. Alangkah gusarnya sang pewawancara. Sejak wawancara itu Munif diboikot wartawan Yaman).

Peran kaum peranakan Arab cukup signifikan dalam musik Melayu. Juga di Malaysia. Dua penyanyi Melayu yang tersohor di Malaysia, SM Salim dan Syarifah Aini berdarah Arab. Meski perlu dicatat pada sekitar tahun 1956 muncul OM Bukit Siguntang pimpinan anak Pecenongan A. Chalik. Namun haruslah diakui peran serta peranakan Arab dalam bidang ini. Mereka juga penggubah syair-syair yang indah. Lagu-lagu ciptaan Munif, misalnya Cinta Direkayasa, M. Mashabi Rasa Cinta, Hussein Bawafi Budi, Effendi Khayalan Suci, A. Kadir Keagungan Tuhan, adalah syair lagu dengan cita rasa yang tinggi. Menurut Munif, penggubah lagu seperti Hussein Bawafi sangat mendalami karya sastra Amir Hamzah dan Chairil Anwar.

Bina Ria

Sebuah konkurs bernyanyi lagu-lagu Effendi yang diadakan di Singapura pada sekitar tahun 1967-1968 dimenangkan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Oma Irama. Sebenarnya ia penyanyi lagu-lagu Barat populer. Bukan untuk pertama kali ia menghikuti kongkurs. Sebelumnya juga ia mendapat tempat yang berarti dalam kongkurs lagu Barat populer. Kala itu ia menyanyikan lagu I who have nothing.


Sejarah Musik Melayu Indonesia
Oma Irama, kini Raden Haji Oma Irama atau potong letter Rhoma Irama, bukan lagi sebagai orang yang tak punya apa-apa. Ia berharta berkat musik dangdutnya. Musik Dangdut adalah derifat Musik Melayu Moderen. Rhoma Iramalah pelopornya ketika ia muncul dengan gaya musik yang lain dari yang lain membawakan lagu ciptaannya Bina Ria pada sekitar tahun 1969. Rhoma menciptakan aliran. Kalau musik Melayu Moderen mengandalkan accordeon sebagai lead instrument, Rhoma menggunakan electrik gitar. Dalam perkusi ia memasukkan unsur drum yang berperan menjadikan sebuah lagu menjadi beatles, punya warna irama yang jelas. Tamborin dipertahankannya, namun marakas tak lagi menampil. Alur musik melewati jeram-jeram breaks yang banyak. Pada musik Melayu moderen breaks hanya sekali-sekali saja, dan itu pun sedikit saja lagu yang alur musiknya memakai break.

Rhoma Irama menjadi "mazhab", ia adalah sebuah tonggak dalam perjalanan musik Melayu. Aliran ini ramai pengikutnya hingga kini. Tak banyak lagi yang "mengamalkan" musik Melayu moderen pada tahun 1970 kecuali M. Mashabi. Tetapi kelompok musik Mashabi hanya dapat ruang bermain di tempat yang terlalu bersahaja dengan sound system bertenaga accu. Dan Mashabi pun pergi ke haribaanNya dalam usia 40-an, di tahun 1970-an, pada saat musik Melayu modern yang ikut dirintisnya memudar.
Read More→


Mengenal Sejarah Musik Reggae

1 komentar
Mengenal Sejarah Musik Reggae
Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.

Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged”(gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.

Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.

Mengenal Sejarah Musik Reggae

Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

Jamaika
Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.

Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.

Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Inilah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis mengakibatkan aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Maka, gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘rasta’ dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dalam kata lain, dreadlock dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.

Musik reggae, sebutan rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur baru di negeri ini, di mana dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman menjadi sebuah identitas komunal kelompok social tertentu. Tinggal bagaimana para pengamat social dan juga para anggota komunitas itu memahami diri dan kultur yang dipilihnya, agar tidak terjadi penafsiran keliru yang berbahaya bagi mereka. Penggunaan ganja adalah salah satu contohnya, di mana reggae tidak identik dengan ganja serta rastafarianisme pun bukanlah sebuah komunitas para penghisap ganja.
Sebuah lagu dari “Peter Tosh” (nama aslinya Peter McIntosh), pentolan The Wairles yang akhirnya bersolo karier. Dalam lagu ini, Peter Tosh menyatakan dukungannya dan tuntutannya untuk melegalkan ganja. Karena lagu ini, ia sempat ditangkap dan disiksa polisi Jamaika.

Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut “Burru” yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut “talking drums” (drum yang bicara) yang asli dari Africa Barat. “Jonkanoo” adalah musik budaya campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang – orang Jamaika untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 – 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat “bop”. Ska kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian “skankin” pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai pencipta “ska”. Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan “Rock Steady” yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

Reggae Rasta
Bob Marley tentunya adalah bimtang musik “dunia ketiga” pertama yang jadi penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley. Ditambah lagi dengan hadirnya “The Harder they Come” pada tahun 1973, Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music, musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara – upacara petani, lagu kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan – pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.

“Apa sih Reggae
Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus – putus tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang ‘berkotbah’ dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. “Reg-ay” bisa dibilang muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika – Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi ‘lubang – lubang’ iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

“Tidak asli Jamaika”
Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas – pasan dan putus – putusadalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.

“It’s Influences”
Saat rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua dekade. Hits – hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees. Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari dunia tersendiri. Budaya ‘Dancehall’ Jamaika yang menonjol plus sound system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan yang luar biasa.Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.
Read More→


 
PageRank | Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net SEO Monitor | Ping your blog, website, or RSS feed for Free